FUYU NO SAKURA DORAMA : owh please I can’t stop crying (T___T)


I finally watch Fuyu No Sakura dorama, yes yes yes memang saya akui kalau rada telat ngereview dorama ini yang sudah habis masa tayangnya Maret 2011 lalu di Jepang, tapi mau bagaimana lagi i have real life to go through and night like this, is the perfect time to watch tons of movies and dramas from Asia to Western because hm. . .i have kinds of sleepin problem hehehe

And this drama always been skip off over the others, well well well the only reason is because the two main roles are over 30’s, but here I am watchin it now. Okay I might not finish it yet, still 2 episodes to go, but i just can’t help it not to let you know folks that this drama. . .

MAKES ME A CRYBABY (T______T)

Onegaishimasu will you just stop makin me cry Inaba san?!. . .Inabaaaaaa san hiks hiks hiks. . .

Drama ini disebut sebut sebagai WINTER SONATA versi Jepang bahkan aktris utama Winter Sonatapun, Choi Ji Woo ikut tampil sebagai cameo and she actually can speak Japanese?!

At first glance dorama ini memang sepertinya memiliki kesamaan dengan Winter Sonata; amnesia, setting in winter time and baru mulai saja kayakna sudah digadang-gadang bakal sedih sepanjangan huhuhu (T____T)

Okay, it all started with Ishikawa Monami yang traveling sendirian ke Yamagata demi melihat Fuyu no Sakura or the winter sakura yang bisa berkembang pada musim salju. Dalam perjalanan mengelilingi kota, seorang pengendara bermotor merampas tasnya dan kepalanya terbentur di dinding. . . and here comes. . .pahlawan kesiangan kita, Inaba san, who suddenly said “everything will be fine” sambil senyum ga jelas gitu, menggendongnya dan membawanya ke klinik or kantor polisi ya?! Hm. . .kurang jelas. . .
Tak disangka Monami mengalami amnesia!! Karena tasnya diambil si penjambret, the town’s people barely know who she is and this makes her have to stay with Inaba.

Scenes di awal episode inilah yang paling saya tidak suka, scene penjambretan yang mengakibatkan Monami amnesia terlalu lemah, karena benturan ke dinding itu sepertinya kurang keras untuk membuat seseorang kehilangan ingatan, hal ini diperparah dengan senyum ga jelasnya Inaba, seharusnya dia berusaha mengejar penjambret itu lebih dulu karena masih ada sisa beberapa menit sebelum penjambret itu melarikan diri dengan sepeda motornya. . .ehhhh malah bilang “everything will be fine” ckckckck Saiko!!

. . . Ishikawa ternyata adalah seorang istri direktur RS yang sudah memiliki seorang anak. Suaminya tentu saja berusaha menghalangi istrinya yang sedang amnesia itu untuk bersama dengan a glass craftsman who happens to be so romantic, tender, loving, gentle and deeply care for his wife.

I finally forget jeleknya scene di episode 1 dorama ini dan mulai bersimpati pada sosok Inaba. Inaba adalah tipe laki laki yang perasa, tiap tindakannya terlihat begitu tulus and he surely know how to treat woman biarpun terkadang saya merasa kalau Inaba terlalu polos dan naif saja. Sutradara pun ikut andil memberikan efek close up dan berawan yang menguatkan sosok Inaba sebagai pria idaman para wanita. Tiap sentuhan Inaba yang begitu tulus, salah satunya menurut saya karena efek ini dan salah duanya adalah akting.

Kusanagi Tsuyoshi (Ninkyo Helper) is fit for the role sebagai Inaba, wajahnya yang ganteng ditunjang pula dengan senyum manis yang meluluhkan hati Monami, played by Imai Miki. . .and that incl. Me too😉

Hell yeah jajaran casts dorama ini juga dihiasi oleh wajah wajah yang tidak asing, Sato Takeru yang berperan sebagai adik Inaba yang bekerja di RS dan Kato Rosa menjadi pacarnya. Hubungan mereka berdua dalam dorama ini juga asik untuk disimak, malah saya menganggapnya sebagai bonus🙂

Suami Monami yang diperankan Takashima Masanobu oke punya nih, I sometimes thrilled by him. Ia bahkan dinominasikan sebagai BEST SUPPORTING ACTOR di 68th Japan TV Academy Award untuk perannya di sini.

Banyak sekali adegan yang menyentuh hati dalam drama ini dan bikin saya tak jauh dari tisu, definitely melodramatic and i won’t tell you those,coz you have to watch it by yourselves.

Yamagata in winter time, OST Fuyu no Sakura, Aishiteru tte Ienaku tatte by Yamashita Tatsuro pun menambah romantisnya film ini.

Now let me continue cryin okay, two more to go. . .

(T_____T)

 

REVIEW UPDATE:

tada….I finish it…..Jepang mesti sering-sering bikin dorama model begini nih, MUST WATCH!!

Gara-gara dorama ini sayapun jadi kangen banget pengen nonton Winter Sonata lagi. Semua yang winter-winter bener-bener melodrama abis.

Maap maap deh saya ga mau ngasih spoiler, pokoknya nonton aja sendiri.

Inaba san pliz stop makin me cry (T____T)

Satu Tanggapan

  1. […] I watched FUYU NO SAKURA, which is widely known as Japanese Version of Winter Sonata, I  miss the acting of Bae Yong Jun, […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: